Saudaraku, dalam hidup ini kita selalu memiliki hajat. Karenanya kita selalu memohon kepada Allah swt, selain berusaha sekuat tenaga dan menyempurnakan tawakal.

Doa merupakan konsekuensi logis dari ketidakberdayaan dan ketidak pastian mengenai hasil yang akan teraih. Ya, siapa yang tahu pasti masa datang ? Tidak satupun, selain Allah swt. Sehingga bagi makhluk, masa depan adalah ketidak pastian, dan ketidak pastian masa depan harus ditangkap dengan kombinasi apik dari USAHA MAKSIMAL, DOA MUSTAJAB, dan KESEMPURNAAN TAWAKAL.

Khusus tentang berdoa, ada pilihan - pilihan yang bisa kita ambil agar doa tersebut cepat terkabul dan relatif bisa kita pastikan keterkabulannya. Satu pilihan di antara sekian banyak pilihan yang bisa kita ambil adalah pilihan waktu berdoa. Bulan Ramadhan adalah saat tepat untuk memperbanyak doa, karena ia merupakan waktu mustajab terkabulnya doa.

Pada bulan Ramadhan, secara khusus ada waktu - waktu yang mustajab untuk terkabulnya doa, di antaranya adalah beberapa saat menjelang berbuka puasa.
  

Saudaraku, pastikan beberapa menit sebelum berbuka puasa tangan kita tertengadah berdoa dan memohon kepada Allah swt. Allah takkan pernah menolaknya.



Wasiat Rasulullah:

“Tiga golongan yg doanya pasti dikabulkan Allah, doa orang tua pada anak , doa orang yang berpuasa,  dan doa orang musafir .” (HR Al-Baihaqi).




"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka doanya tidak tertolak". (HR. Ibnu Majah, Sanadnya disohihkan oleh Bushairi).

Related Post :