Rahasia Sukses, mengapa disebut "Rahasia"? Disebut "Rahasia" bukan berarti sulit diketahui. Bisa jadi mudah diketahui, namun karena mudahnya diketahui seringkali tidak disadari, atau kita remehkan perannya dalam mewujudkan kesuksesan.

Bertfikir positif, hampir semua orang pernah mendengar dan membaca ungkapan itu. Ketika persoalan dan problema hidup menghampiri, maka pesan yang biasanya tersampaikan tak ketinggalan kata - kata tentang berfikit positif agar dapat melalui problema dan persoalan itu untuk kemudian meraih sukses.  Manakala dihadapkan pada tantangan dan target yang tidak rasional, ungkapan motivasi terbaik yang diberikan untuk sukses meraih target dan melewati tantangan itu selalu tidak meninggalkan kata - kata berfikir positif.

Semua agama juga mengajarkan tentang berfikir positif (positive thingking). Dalam istilah Agama Islam, berfikir positif disebut husnuzhon atau berprasangka baik. Berprasangka baik bisa dimaknakan dengan berfikir yang baik atau positif. Husnuzhon atau berfikir positif, sesuai dengan ajaran Agama, harus diberlakukan pada semua keadaan, susah, senang, lapang, maupun sempit.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, "Ana 'ala zhanni 'abdibi", yang artinya "Aku (Allah SWT) di atas (tergantung) prasangka hamba-Ku".
Pesan tersirat yang bisa kita ambil dari uangkapan di atas adalah :
  1. Berhati - hatilah dengan fikiran kita. Maksudnya, jika tidak ingin tertimpa hal - hal negatif maka jangan berfikir negatif. Begitu juga sebaliknya, jika menginginkan hal - hal positif, maka berfikirlah positif. "Berhati - hatilah dengan fikiran Anda".
  2. Fikiran mempunyai kekuatan yang dahsyat. Hal ini karena kekuatan Allah SWT akan bekerja untuk kita ketika kita berfikir positif. Fikiran ibarat radar yang akan menangkap sinyal - sinyal energi dari Sumber Enerdi Abadi, Allah SWT.

Mungkin kita sering terlintas pertanyaan, "Mengapa fikiran - fikiran positif saya belum juga menjadi nyata?". Jawabannya sangat tergantung kepada kita sendiri. Coba perhatikan kembali diri kita, sudahkah kita kontinue dalam berfikir positif ?    Masih banyakkah fikiran - fikiran negatif yang sering singgah dalam diri kita ? Dari fikiran - fikiran negatif yang masih sering singgah itu, adakah menjadi nyata ? Jika tidak, maka kita bisa menangkap salah satu fenomena ke-Maha Adil-an Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Coba kita bayangkan, seandainya Allah SWT mewujudkan fikiran - fikiran positif kita, namun di samping itu juga mewujudkan fikiran - fikiran negatif kita. Akan siapkah kita, terutama dengan wujudnya fikiran negatif ? Paling tidak kita harus bersyukur bahwa Allah swt masih memberi kesempatan kita untuk membersihkan diri dari fikiran negatif hingga hanya menyisakan fikiran positif, sehingga kelak Allah swt akan mewujudkan isi fikiran kita tersebut yang memang hanya menyisakan fikiran positif. 

Allah SWT Maha Pemurah. Telah Allah SWT karuniakan kepada kita fisik yang sempurna, perasaan, hati, dan akal. Itu semua adalah potensi yang harus kita gunakan untuk mencapai kesuksesan hidup. Jika Allah SWT telah memberikan potensi untuk sukses, maka tugas manusia adalah menggunakan potensi tersebut dan memeliharanya agar tetap berdaya guna dalam meraih kesuksesan. Mengambil fikiran - fikiran positif dan membuang jauh fikiran - fikiran negatif merupakan bagian dari memelihara potensi tersebut, terutama potensi fikiran atau akal.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, "Apakah berfikir positif atau negati dapat mempengaruhi fisik?' Kemungkinan jawaban dari pertanyaan ini antara lain :
  1. Di mana letak fikiran? Jawabnya "di dalam tubuh". Dengan demikian mungkinkah fikiran tidak mempengaruhi fisik? Contoh sederhana, ketika seseorang sedang marah, saat fikirannya dipenuhi dengan pembenaran - pembenaran untuk melampiaskan amarah, apa yang terjadi pada fisiknya? Wajah merah padam, gerakan tubuh spontan, tidak terarah dan kasar, tampang terlihat menakutkan.
  2. Dalam kaitannya dengan hal di atas, kalau kita berbicara tentang penyakit fisik, mungkinkah fikiran - fikiran negatif tidak turut membentuk atau bahkan pengundang yang disegani  penyakit fisik?
  3. Menjadi menarik kalau kita menyaksikan Acara Bengkel Hati asuhan Ustadz Danu. Setiap jamaah yang melontarkan problem derita penyakitnya, maka Ustadz Danu selalu menanyakan kepada jamaah tersebut apakah jamaah tersebut rajin memendam sifat - sifat negatif, seperti pemarah, pendendam, dan lain - lain.

Intinya, dalam tubuh ada unsur fisik dan non fisik yang merupakan satu kesatuan. Sebagai satu kesatuan, sudah barang tentu akan saling mempengaruhi.

Jadi, selalu berfikir positiflah dalam segala hal dan keadaan Sulit ? Ya, pastinya. Justru di sinilah letak kesungguhan perjuangan manusia dalam hidup ini yang kelak dengan perjuangannya itu akan mendapat buah manis kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.Dalam keadaan sulit dan terpuruk fikiran berkecenderungan kuat untuk ikut terpuruk. Terasa begitu membutuhkan energi yang ekstra kuat untuk membangkitkan fikiran atau membangkitkan fikiran ke arah yang positif. Mungkin semua kita pernah measakan hal ini. Nah, di situlah letak perjuangannya, yaitu tidak mudahnya fikiran melawan aura dan suasana yang memancar dari kesulitan. 

Sekali lagi, mari kita jaga fikiran kita. Pilah dan pilih muatan fikiran yang sehat menutrisi fikiran kita. Bukankah Allah SWT berpesan dalam firman-Nya yang agung yang artinya kurang - lebihnya bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang merubah keadaaan dalam dirinya sendiri. Keadaan dalam diri tentu saja yang utama salah satunya adalah fikiran. Fikiran dan karya besar perubahan harus seiring sejalan.

Wallahu 'alam bishshawab



Related Post :